Thursday, September 16, 2010

postulat hati

Jakarta, 16 September 2010

Time can mend and heal slowly.

Seiring waktu, segala apapun yang namanya sakit hati akan bisa sembuh. Mungkin ini obat yang paling mujarab untuk sakit hati. Namun timbul sebuah prasyarat bahwa sebelum ia bisa sembuh---meski tidak total---si korban harus terlebih dahulu merasakan sebuah goncangan yang kira-kira bisa memutarbalikkan persepsinya sebesar 180 derajat. Mau itu ke kiri atau ke kanan.

Empunya hati tersebut juga harus bisa melepaskan dan memaafkan, sebelum hati itu bisa sembuh kembali. Tidak ada yang mudah kalau urusannya adalah masalah hati. Namun, kembali kepada orang-orang yang menjalaninya.

"Hati" itu sendiri adalah sebuah konsep abstrak dari perasaan manusia, ia sesuatu yang tidak lahiriah, dapat dirasakan oleh masing-masing insan, namun ia tidak berhembus bagai angin; ia harus diutarakan terlebih dahulu sebelum dirasakan. Apabila ia tidak dirasakan maka yang muncul hanya prasangka semata yang terkadang dapat menipu.

Langit memang punya cara misterius bagi masing-masing kita untuk memandang hidup, menjalani hidup dan menghadapi hidup.

No comments:

Post a Comment