Tuesday, August 31, 2010

mestinya ini sebelum postingan yang terakhir!

Yoho! Back with Nugi!

Sekarang gw mulai nulis-nulis blog, pada intinya gw cuman nyari kerjaan di sela-sela waktu biar ga kosong-kosong amat... Soalnya belom nyari bimbel nih hahaha.

Terima kasih kembali buat Pancar yang udah terinspirasi untuk ngeblog lagi! Mudah-mudahan ga pudar ya car hehehe. Anyways, setelah postingan galau sebelumnya, gw sekarang udah kelas 3 SMA, dan mau menghadapi ujian-ujian yang menggempur. Wish me luck aja deh.

Mungkin blog ini agak serius...sama kayak backgroundnya. Noir. Gelap. Gak terlalu haha-hihi, karena sejujurnya kalo gw mau ngelawak di blog takutnya gak lucu. Ga bisa mikir lawak juga kalo di blog, hehehe...

So, please enjoy postingan gw yang apa adanya, mungkin jarang ada foto....mungkin seterusnya teks semua, karena kembali kepada fitrah sebuah blog; ia merupakan jurnal dalam jaringan.

I'd rather be hated for who I am, than be loved for who I am not.


Friday, August 27, 2010

Ungkapan

hehehe

Emang dasarnya males nulis jadi gimana ya? jarang di-update deh ini blog.


TUHAN GAK BAKAL MEMBERI COBAAN LEBIH DARI KEMAMPUAN KITA.

Setidaknya itu yang berusaha gw tancapkan di dalam diri gw. Segala peristiwa yang sekarang ini sedang terjadi dalam hidup gw, baik itu gacin atau masalah-masalah di organisasi(yang sebenernya ecek2), atau pertemanan, gw anggap sebagai sebuah proses pendewasaan yang "rapid and fast-paced".



PENDEWASAAN.



Alhamdulillah banget gw diberikan kesempatan untuk merasakan yang namanya sakit hati, yang namanya ngurusin suatu acara, juga untuk merasakan bagaimana sebuah tindakan yang sekiranya sepele tapi dapat berdampak serius pada sebuah persahabatan. Intinya semua itu hanya untuk seakan-akan menyuruh gw "how to deal with it". Bagaimana kita mencapai pada masalah itu dan menemukan solusinya, karena semuanya pasti terulang; hidup ini menurut gw memberi dinamika yang (sebenarnya) tidak berubah dari waktu ke waktu. Semua hanyalah permasalahan klasik yang diulang, dan pemecahannya diserahkan pada individu masing-masing. Itu yang membuat setiap permasalahan nampak lain.

Tinggal bagaimana kita menyikapinya. ada yang sampai galau-galau di twitter(kayak gw), ada yang sampai berdampak pada kelakuan sehari-harinya, ada yang hanya menyerahkan semuanya pada Tuhan, ada yang mencoba mencari kejelasan; bahkan kalau perlu ada hitam di atas putih untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tergantung individu masing-masing.

Proses ini menjadikan mata gw terbuka, dan merasakan apa yang orang-orang normal rasakan. Gw merasa lebih hidup, karena hidup gw di waktu kemarin-kemarin nampaknya tidak ada dinamika yang berarti.

WAKING FROM A STATE OF BLISS

tua itu pasti; dewasa itu pilihan.